Tampilkan postingan dengan label Tulisan Bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Bebas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Februari 2011

apakah tuhan 9 cm itu?? semua tak akan membayangkan bagaimana wujud tuhan 9 cm ini, yang merupakan suatu pro kontra dalam polemik dalam kehidupan kita. tuhan yang di maksud adalah sebatang rokok yang apabila kita ukur dengan mistar atau penggaris yang panjangnnya kurang lebih 9 cm. dengan istilah ini merupakan perumpaan bagaimana dahsyatnya dampak dari rokok tersebut, yang akan di jadikan sebagai bahan peraduan dikala masalah datang menerpa. bagi sebagian orang masalah tuhan ini adalah hal yang lumrah ( biasa ) dengan menghisapanya rokok berbatang-batang kita akan menemukan sebagian jawaban dari segala masalah yang kita hadapi. makannya ada anggapan rokok itu haram, tetapi apalah itu bagai para penikmat tuhan 9 cm ini. semua bergantung pada anggapan kita semata. makannya dari itu ini adalah sebuah polemik yang tidak akan menemukan solusi dikala pemerintah menetapkan rokokitu haram.

sumber*khairil imam




Saat ini banyak anak muda yang membuat sebuah terobasan baru dalam hal berbisnis,mereka memulai dari hal kecil seperti membuat sebuah desain suatu logo ataupun berjualan lewat media internet,mereka memulai itu tanpa menguarkan biaya sedikit pun...tapi semua itu perlu pengorbanan waktu dan pemikiran...


berbisnis kreatif dapat dikatakan gampang-gampang susah,seperti teman saya yang menjual sepatu crocs,awalnya dia tidak mengelurakan biaya sedikit pun,contoh-contoh laen dalam berbisnis kreatif
ertama, Berbasis ide


Dalam industri kreatif, yang paling utama adalah ide. Jadi bisa dikatakan bahwa bisnis ini adalah bisnis yang berbasis ide. Sebagai contoh misalnya seorang pedagang kopi. Jika kita membeli secangkir kopi di warung-warung kopi, paling banter seharga Rp 2.000 sampai Rp 5.000, ini sebuah harga yang mungkin sudah cukup mahal. Tapi coba lihat sebuah kedai kopi berlabel Starbucks Coffee. Harganya bisa 5 bahkan 10 kali lipat lebih mahal. Apa yang bisa kita petik dari fenomena ini. Dalam industri kreatif, berlaku sebuah rumus bahwa nilai ekonomi suatu produk, jasa, bukan lagi ditentukan oleh bahan bakunya atau sistem produksinya seperti pada era industri, melainkan pada pemanfaatan kreatifitas dan inovasinya.


Bagi anak-anak muda, bisnis ini sangat cocok sebab sesuai dengan kharakteristik umum anak-anak muda. Ide dan kreatifitas adalah dua hal yang melekat dalam diri anak-anak muda. Apalagi kalau melihat ke 14 sektor diatas, rasa-rasanya dunia tersebut sangat dekat bagi meraka. Sehingga, kalau kita mau jeli dan bisa mengambil peluang bisnis ini, sangat terbuka lebar siapapun bisa masuk dan terjun dalam bisnis ini. Beragam latarbelakang pendidikan bisa masuk ke dalamnya. Asalkan mempunyai sebuah skill khusus untuk bergelut pada salah satu dari ke-14 sektor tersebut.



Dalam dunia bisnis, banyak yang meyakini bahwa ide sangat berpengaruh pada kesuksesan bisnis seseorang.“Bahwa uang akan mengalir ke ide-ide hebat”, begitu pernyataan Robert G Allen dalam buku Cracking the millionare Code. Itulah kekuatan ide. Jadi saatnya sekarang, jangan tunggu besok, temukan ide hebat. Dan dari pengalaman para pebisnis, kita tidak usah punya banyak ide-ide hebat. Cukup satu ide bisnis hebat saja. Selanjutnya adalah bagaimana kita mewujudkan ide tersebut.

Kedua, Cukup 3-10 orang

Ini kabar gembiranya. Untuk membuat sebuah usaha dalam lingkup bisnis kreatif, kita tidak harus memerlukan banyak orang. Cukup sedikit orang saja kita sudah bisa menjalankan usaha bisnis ini. Usaha ini bisa dimulai dari ide pribadi lalu mengajak kawan-kawan terdekat yang sekiranya mempunyai ide dan hobi yang sama. Satu hal yang pasti, setiap Sumber Daya Manusia (SDM) mesti punya kompetensi dan keunggulan masing-masing.

Untuk mengoptimalnya kerja-kerja perusahaan, dalam bisnis kreatif ini biasanya menggunakan bantuan perangkat teknologi informasi (khususnya internet). Aktivitas dan pekerjaan dilakukan dengan memanfaatkan misalnya, email, web site (situs), blog sampai situs jejaring sosial semacam facebook. Selanjutnya kita bisa mengadopsi sebuah konsep yang di luar negeri usaha yang demikian sering dinamakan dengan SOHO (Small Office Home Office), yaitu sebuah konsep usaha yang dijalankan dari rumah. Rumah dalam hal ini bisa berarti kost, kontrakan atau apartemen kecil.

Misalnya, di Bandung ada ada dua orang anak muda yang memproduksi sepatu lukis. Hanya dikerjakan oleh dua orang saja. Satu orang bertanggungjawab dalam membuat sepatu lukis sesuai dengan order (pesanan). Sepatu tersebut akan dilukis sesuai dengan permintaan calon pembeli. Satu orang lagi bertugas dalam proses pengenalan produk kepada konsumen, pemasaran dan promosi sampai pada proses transaksi. Mereka menjalankannya lewat sepetak kost/kontrakan. Begitulah, pekerjaan usaha bisnis dijalankan. Tak memerlukan banyak orang, cukup sedikit orang saja, kurang dari 10 orang, bahkan hanya dilakukan 2 orang saja bisa.

Ketiga, Unik dan Beda

Dalam sebuah seminar bisnis kreatif di Universitas Indonesia (UI), Rhenal Khasali seorang pakar marketing pernah menyampaikan sebuah pernyataan menarik. Para pebisnis yang berhasil biasanya memiliki sebuah ide yang unik dan berbeda. Ide bisnis tersebut biasanya bukan semata-mata mendapatkan uang. Ada satu rahasia besar para pebisnis yaitu apa yang dinamakan dedikasi suci. Mereka berbisnis semata-mata tidak hanya mengejar kepentingan pribadi semata (mengejar keuntungan finansial/uang), tapi atas dasar dedikasi suci membantu orang lain. Atau setidaknya ingin memberikan sebuah kemanfaatan bagi orang lain.

Yang demikian itu bisa dikatakan unik dalam hal mindset (pola pikir/latarbelakang pemikiran). Setelahnya, kita juga perlu mengikutinya dengan keunikan dan kebedaan dalam hal produk yang ingin dilepas ke pasar. Cara yang biasa digunakan oleh pebisnis dalam menemukan sebuah bisnis yang unik dan beda adalah dengan formulasi ATM yaitu Amati Tiru Modifikasi. Langkahnya dengan mengamati usaha bisnis yang ada di sekitar tempat tinggal kita, sebuah bisnis yang tampak mendapatkan keuntungan besar, selanjunya meniru, biasa dengan membuka sebuah gerai atau bidang usaha di tempat lain kemudian memodifikasinya agar berbeda dengan yang sudah ada. Tapi, kalau ingin membuat sebuah terobosan besar, ciptakan ide baru, jangan mengikuti ide-ide yang sudah ada. Tentu ini sebuah cita-cita besar, dan hanya orang pilihan saja yang bisa melakukannya. Yakin, Anda sebenarnya juga bisa melakukannya. Kata kuncinya sepertinya kembali pada esensi bisnis yang kita bicarakan ini yaitu kreatifitas.

Nah, dengan kharakteristik diatas, semoga bisa menginspirasi Anda untuk terjun ke dunia bisnis kreatif. Sebuah bisnis yang bisa membuat Anda mendadak jadi miliader. Yakin saja bahwa dengan kerja keras sekaligus kerja cerdas, kita akan bisa meraup keuntungan (uang/finansial) besardari bisnis kreatif ini. Anak-anak muda di Bandung, Jogja, Bali sudah membuktikannya. Jangan mau kalah dengan mereka. Ada sebuah pepatah dari para pebisnis yang sudah berjaya. Kata kuncinya sebenarnya bukan kita bisa atau tidak bisa melakukannya. Tapi kita mau atau tidak mau. Itu saja. Selamat terjun ke dunia bisnis kreatif, sebuah dunia yang penuh tantangan namun tetap mengasyikkan bagi anak muda.


pergaulan bebas di era globalisasi

Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya.

Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif, yang antara lain; minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain yang dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS.

Sekarang ini zaman globalisasi. Remaja harus diselamatkan dari globalisasi. Karena globalisasi ini ibaratnya kebebasan dari segala aspek. Sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan yang asing yang masuk. Sementara tidak cocok dengan kebudayaan kita. Sebagai contoh kebudayaan free sex itu tidak cocok dengan kebudayaan kita.

Di era ini pula banyak remaja menggunakan internet sebagai kebutuhan,dalam hal ini ada yang menggunakannya dalam hal positif dan banyak juga menggunakan internet dalam hal negatif...
di era global ini internet sudah berubah menjadi suatu pola hidup seseorang,contoh anak sd yang baru pulang sekolah dan mereka tidak langsung pulang kerumah melainkan mereka ke warnet dahulu,itu conoth hal negatif dari internet,untuk contoh positifnya seseorang mahasiswa yang sedang mengerjakan PI,disitu dia membutuhkan banyak contoh uutk membantunya menyelesaikan PI nya,maka dg internet dia dapat menyelesaikan PI nya...